Mengukir Generasi Sadar Lalu Lintas: Tim PKM Nasional UNESA Unggulkan Pendekatan Perilaku di SMKN 7 Surabaya
Surabaya, Jawa Timur – Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Ironisnya, kelompok usia remaja menempati persentase yang mengkhawatirkan sebagai korban kecelakaan di jalan raya. Menyikapi hal tersebut, semangat pengabdian kepada masyarakat dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hadir memberikan solusi nyata.
Salah satunya diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Nasional yang sukses digelar di SMK Negeri 7 Surabaya pada 7 Agustus 2025. Mengusung tema “Peningkatan Keselamatan Berlalu Lintas pada Remaja Melalui Pendekatan Perilaku yang Terencana,” kegiatan ini menghadirkan metode edukatif yang tidak hanya berupa penyuluhan konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi simulator driving sebagai media pembelajaran interaktif.
Antusiasme Siswa dan Profil Peserta
Antusiasme siswa SMK Negeri 7 Surabaya terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mayoritas peserta merupakan siswa laki-laki berusia 17 tahun, kelompok usia yang dikenal rawan terhadap perilaku berisiko di jalan raya. Menariknya, sebagian besar dari mereka belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), yang menegaskan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas sejak dini.
Pendekatan Teori Perilaku Terencana
Kegiatan ini berlandaskan pada Teori Perilaku Terencana (Theory of Planned Behavior/TPB), yang menyoroti tiga aspek penting:
-
Sikap (Attitude) terhadap keselamatan berkendara,
-
Norma Subjektif (Subjective Norms) atau pengaruh lingkungan sosial, dan
-
Kontrol Perilaku yang Dipersepsikan (Perceived Behavioral Control), yakni keyakinan diri dalam bertindak aman.
Sebelum sesi utama, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal. Hasilnya menunjukkan nilai rata-rata yang cukup rendah: Sikap (42%), Norma Subjektif (33%), dan Kontrol Perilaku yang Dipersepsikan (28%). Data ini menegaskan perlunya intervensi pendidikan yang lebih terarah untuk menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas pada usia remaja.
Belajar Aman dengan Teknologi Simulator
Sesi praktik menjadi bagian paling menarik dari kegiatan ini. Dengan teknologi simulator driving, para siswa merasakan pengalaman mengemudi secara virtual dalam berbagai situasi lalu lintas yang realistis namun aman.
Didampingi fasilitator, peserta belajar mengenali potensi bahaya, mengambil keputusan yang tepat, dan menerapkan perilaku berkendara aman. Metode ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis siswa tanpa menimbulkan risiko di jalan raya sesungguhnya.
Hasil Evaluasi: Peningkatan Signifikan di Semua Aspek
Setelah sesi interaktif, peserta kembali mengikuti post-test dengan materi serupa. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek:
-
Sikap meningkat dari 42% menjadi 58%,
-
Norma Subjektif melonjak dari 33% menjadi 67%, dan
-
Kontrol Perilaku yang Dipersepsikan naik dari 28% menjadi 72%.
Peningkatan terbesar terjadi pada Norma Subjektif, menandakan bahwa program ini berhasil mengubah persepsi siswa mengenai dukungan sosial terhadap perilaku berkendara aman. Sementara itu, lonjakan tajam pada Kontrol Perilaku yang Dipersepsikan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa untuk menerapkan perilaku aman, bahkan dalam kondisi jalan yang menantang.
Menuju Generasi Pengemudi Muda yang Bertanggung Jawab
Secara keseluruhan, hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan gabungan antara teori dan simulasi sangat efektif dalam membentuk kesadaran serta sikap positif terhadap keselamatan berkendara.
Tingkat penerimaan dan pemahaman peserta yang tinggi membuka peluang besar untuk replikasi dan pengembangan program serupa di sekolah lain. Langkah konkret seperti ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih sadar, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam menekan angka kecelakaan di Indonesia.
Penulis: Audinda Virsa Leinia